Perbanyak Jumlah Sapi: Selamatkan Kebutuhan Rakyat

ternak sapiSalah satu hal penting yang perlu kita awasi bersama terkait eksistensi peternakan Indonesia adalah soal ketersediaan ternak sapi lokal. Mengingat tingginya tingkat kebutuhan daging di Indonesia, negara memiliki peran untuk menyediakan pasokan hewan ternak yang optimal. Beberapa lembaga telah melakukan penelitian tentang ketersediaan sapi di Indonesia sepanjang tahun 2011.

Berdasarkan hasil penelitian Institut Pertanian Bogor, total impor daging beku sapi tahun 2011 kemarin mencapai 166.665 ton. Tidak hanya daging, pemerintah juga mengimpor sapi bakalan sebanyak 450.000 ekor. Jumlah impor sapi tersebut jauh lebih sedikit dari jumlah kuota yang diberikan pemerintah pada tahun itu sebanyak 600.000 ekor. Penghitungan jumlah populasi sapi di Nusantara pada tahun 2011 juga dilakukan oleh Badan Pusat Statistik melalui sensus sapi yang mencapai 14, 8 juta ekor.

Ada juga data mengenai penghitungan konsumsi daging di Indonesia selama tahun 2011 dengan hasil yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan metode penghitungan daging sapi yang digunakan juga berbeda. Penelitian Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor mencatat konsumsi daging masyarakat kita sebanyak 1,87 kg perkapita per tahun.

Pasar Daging SapiHasil penelitian Susenas (Survey Sosio-Ekonomi Nasional) Maret 2011 menyimpulkan konsumsi daging hanya 1,68 kg perkapita per tahun. Kedua penelitian tersebut dinilai banyak pihak kurang akurat karena melihat fakta konsumsi daging sepanjang tahun 2011 lebih tinggi dari 1,87 per kapita per tahun. Sementara itu, bobot yang lebih tinggi dihasilkan dari penghitungan ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia), yakni mencapai 2,1 kg perkapita per tahun. Perhitungan tersebut didasarkan asumsi pertumbuhan penduduk, pertumbuhan turis asing, dan ekspatriat. Yang jelas, angka-angka di atas belum mencapai konsumsi daging yang ideal, yakni sebanyak 4,9 kg perkapita per tahun.

Beranjak ke tahun 2012, pemerintah mengaku pro-aktif dalam meningkatkan ketersediaan sapi lokal yang direalisasikan dengan menargetkan pasokan sebanyak 399.000 ton. Selain itu, sapi betina produktif juga diupayakan untuk meningkat di 20 sentra peternakan di Indonesia. Pemerintah juga menyadari permasalahan yang dialami Indonesia menyoal ketersediaan sapi adalah minimnya RPH (Rumah Potong Hewan) untuk memotong sapi impor. Sehingga, upaya yang akan dilakukan adalah revitalisasi dengan menganggarkan Rp 1 miliar untuk biaya perbaikan setiap RPH.

Daging Beku Sapi ImporPemerintah memprediksi kebutuhan daging beku sapi tahun ini mencapai 484.000 ton, dengan pertimbangan perkiraan peningkatan pertumbuhan penduduk 1,49 persen, perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen, termasuk perhitungan kebutuhan daging untuk Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN). Untuk impor, pemerintah membatasi kuota daging sapi beku sejumlah 20.400 ton kepada 15 perusahaan. Sedangkan untuk kuota impor sapi bakalan dibatasi hingga 60.000 ekor atau setara dengan 10.800 ton daging untuk 23 perusahaan. Dengan demikian, total kuota impor daging tahun 2012 mencapai 85.000 ton atau sekitar 17,5 persen dari konsumsi daging nasional. Jumlahnya tentu lebih sedikit dibanding total kuota impor tahun lalu.

Yang terpenting, ketersediaan sapi di Indonesia harus mampu mencukupi kebutuhan warganya. Selain pemerintah, tentunya masyarakat juga punya peran untuk ambil bagian dalam upaya pemenuhan ini. Belajar beternak bisa jadi alternatif untuk mewujudkannya. Semakin meningkatnya ketersediaan sapi, kelangkaan juga dapat dicegah, sekaligus meningkatkan konsumsi daging negara hingga dapat mencapai angka ideal.

Topik terkait:

  • jual sapi limosin
  • foto sapi limosin
  • peternak sapi
  • PETERNAKAN SAPI POTONG DI BOGOR
  • kebutuhan ternak sapi
  • ternak sapi pedaging
  • kebutuhan konsumsi daging 2011 di indonesia
  • konsumsi daging di jawa barat perkapita per tahun
  • konsumsi daging perkapita
  • konsumsi daging per kapita di indonesia tahun 2012
7 Comments
  1. Salam sukses,
    nama aditya GZR.
    kami siap jadi supplier sapi, lokasi kandang
    1. jawa tengah (boyolali).
    2. jawa barat (bogor darmaga).

    Terima kasih

  2. apakah sapi PO dapat beradaptasi di wilayah pantura?

  3. apakah sapi PO dapat beradaptasi di sektar pantura?

  4. kami supplaiyer daging segar wilayah solo yang baru berjalan 3 bulan butuh bantuan, pak

Leave a Reply